Perkembangan Teknologi Google Ballon

Pernah mendengar tentang balon udara yang terbang bebas diudara dan membagikan konektivitas internet ke semua orang tanpa batas? Keberadaannya seolah menjadi angin surga bagi penggila internet didaerah pelosok yang provider-provider besarpun enggan menjamah akibat dari mahalnya biasa investasi dan terpencilnya wilayah. Ditahun 2015 balon udara google kembali menghiasi berbagai media di Indonesia. Kunjungan dari perwakilan Indonesia ke kantor google untuk membahas kerja sama mengenai penggunaan balon udara google membuat topik ini mencuat dan seolah-olah wacana dan hal baru bagi sebagian orang.

Perkembangan Teknologi Google Ballon
Perkembangan Teknologi Google Ballon
Balon udara google menarik ketertarikan banyak orang untuk mengetahui seperti apa fisik dan teknologi yang ditawarkan oleh benda ini. Google memang memiliki “mainan” menarik yang sangat banyak dan menarik untuk diikuti, Pengembangan teknologi yang berawal dari mimpi dan semangat meningkatkan kulaitas manusia menjadi dasar google untuk terus berinovasi dan berkarya menghasilkan berbagai macam produk yang bukan hanya dibidang IT namun sudah merambah ke sektor-sektor lain dengan penekanan tegas pada peningkatan mutu teknologi. Di era teknologi informasi ini, kehadiran balon google tentunya menjadi hal yang menarik dikarenakan keterkaitan balon google dengan konektifitas internet. Tidak dapat dipungkiri perkembangan internet saat ini jauh melampui ekspektasi manusia dan diluar dugaan.

Perkembangan Teknologi Google Ballon
Perkembangan Teknologi Google Ballon
Sebelum membahas lebih jauh mengenai detail balon udara google, ada baiknya kita menengok sejenak mengenai perkembangan penggunaan dikalangan masyarakat. Dengan hadirnya sosial media dan pesan singkat berbasis data, keberadaan internet menjadi sangat penting.

Penggunaan internet melonjak tajam dari tahun ketahun dan masih terus berkembang hingga saat ini. Menurut data terbaru dari we are social, pengguna internet aktif diseluruh dunia saat ini mencapai 3,17 miliar. Data ini berkembang sebesar7,6 persen dari tahun sebelumnya. Dari data tersebut jika kita melihat lebih dalam, terdapat sebanyak 2,2 milyar pengguna sosial media aktif. Untuk indonesia sendiri pengguna internet mencapai 88,1 juta pengguna. Persebaran pengguna internet di Indonesia sebagian besar berada dipulau Jawa dengan perkiraan 52 juta pengguna yang disusul oleh daerah sumatra sekitar 18 juta pengguna. Jumlah ini terpaut jauh dengan pengguna yang berada didaerah kalimantan yang hanya menunjukan angka 4,2 juta dan bahkan gabungan antara papua,nusa tenggara dan maluku tidak mampu mencapai setengah dari pengguna sumatera dan hanya mentok pada angka hampir 6 juta pengguna. Bila menilik dari geografis wilayah-wilayah tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa lambatnya perkembangan penggunaan internet di daerah tersebut dikarenakan karena faktor wilayah dan geografis. Banyaknya rawa,pegunungan dan masih susahnya fasilitas serta akses membuat pengembangan internet terhambat.

Dengan semangat untuk menghadirkan internet bagi semua orang, balon google memang seperti sebuah oase ditengah gurun pasir. Pengembangan infrastruktur jaringan internet untuk daerah susah terjangkau dan mahal biaya akan dapat dijangkau dengan mudah melalui balon udara ini. Tentu kita hanya melihat dari sisi keunggulan dengan kacamata jaringan tanpa melihat kemanan suatu negara dan kedaulatan negara. Karena bila dihubungkan dengan kedaulatan dan keamanan negara, kehadiran balon udara google bisa saja dicurigai atau bahkan benar-benar ancaman dan salah satu praktek spionase. Apapun itu kita sangat mengapresiasi ide google dan semangat google yang dengan balon udaranya ingin menghadirkan komunikai dan jaringan internet untuk semua kalangan. Pengembangan jaringan melalui metode biasa untuk daerah papua atau kalimantan yang terpisah rawa dan gunung memang sedikit susah. Apabila ingin menggunakan kabel optik seperti daerah-daerah lain tentunya akan sangat lama dan memakan biaya yang tidak sedikit mulai dari penggalian hingga pemasangan kabel itu sendiri. Penggunaan VPN melalui satelite sebenarnya bisa dilakukan, namun jangkauan yang dicover dan biaya dirasa tidak sebanding apabila untuk koneksi masal dan digunakan publik. Balon google ini memang memberikan kemudahan dan internet bagi semua orang tanpa harus membayar mahal.

Perkembangan Teknologi Google Ballon
Perkembangan Teknologi Google Ballon
Balon udara yang lebih dikenal dengan project loon ini sebenarnya bukan “mainan” baru bagi google. Perusahaan mesin pencarian tersebut sudah mulai project ini sejak tahun 2011. Uji coba pertama kali balon ini pun sudah dimulai di new zaeland pada tahun 2013. Konsep awal yang digunakan pada project ini sangatlah sederhana yaitu dengan menerbangkan wireless router untuk mencari tahu apaah dengan jarak setinggi berapa sinyal yang dipancarkan router tersebut bisa diterima. Mulai dari ketinggian rendah hingga terus menerus ditingkatkan ketinggiannya untuk mencoba sekuat apa signal tersebut dapat dijangkau. Untuk dapat menjangkau jaringan yang dipancarkan oleh balon tersebut, kita diharuskan memasang antena untuk menangkap jaringan tersebut. Balon google ini menggunakan algoritma software yang bisa menentukan arah kemana dia harus terbang. Dengan begitu tidak akan ada penumpukan balon diudara mengingat akan banyak balon udara yang diterbangkan. Selain untuk menjaga arah terbang, balon udara google juga dirancang untuk dapat bertahan dilapisan stratosfer minimal 100 hari. Material balin terbuat dari polietilena dan dilengkapi parasut apabila balon secara mendadak turun tidak sesuai perkiraan. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, sistem kerja balon udara ini cukup unik, apabila jaringan telephone akan tersambung ke BTSBTS terdekat apabila berpindah, pada balon udara milik google ini akan berlaku kebalikannya. Pengguna yang dalam posisi diam dan balon udara yang akan menyambungkan jaringan internet dari balon satu ke balon lainnya yang terdekat dari pengguna tersebut.

Beberapa provider indonesia memulai kerjasama menggunakan balon google untuk pengembangan jangkauan jaringan mereka. Bersama dengan kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Beberapa perwakilan provider Indonesia mengunjungi google dan bertemu dengan Sergey sebagai perwakilan dari google. Pertemuan ini membahas pengembangan jaringan internet di Indonesia dengan memanfaatkan balon google. Masih belum diketahui bagaimana sistem kerjasama yang akan diterapkan pada project ini. Apakah provider indonesia yang menyewa balon udara dan akan dikomersilkan untuk perluasan jaringan mereka, atau bahkan google yang memanfaatkan provider indonesia untuk dapat menyebarkan internet gratis ke seluruh wilayah yang tidak terjangkau akses internet. Apapun hasil kerjasama dari pertemuan tersebut, yang jelas kabarnya wilayah timur akan menjadi prioritas dari pengembangan jaringan internet. Dengan begitu tidak akan ada lagi wilayah di Indonesia yang tidak terjangkau internet. Dengan adanya fasilitas ini diharapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat berkembang lagi. Sudah tidak ada lagi alasan untuk susah mencari informasi dan referensi bagi semua orang dikarenakan internet sudah menjangkau ke seluruh nusantara terkecuali kita tidak punya alat untuk menangkap signal dari balon udara tersebut.
5 Tanggapan untuk "Perkembangan Teknologi Google Ballon"
  1. Tapi menurut saya kurang efektif kalo menggunakan balon udara gan, bakal keluar biaya tambahan lagi seperti bahan bakar balon udara tersebut

    BalasHapus
  2. benar, selain itu butuh perawatan kalau blon udara,

    BalasHapus
  3. Belum sempet ngeliat, tapi angan-angan gw pasti keren ini tapi cuman belum sempet ngerasain efek dari jaringan yang dihasilkan google ballon

    BalasHapus
  4. ehm baloon google masih di lanjut ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dlm perbaikan Project Lon

      Hapus

Jangan menggunakan komentar Anonymous

Newer Page Older Page

Contact | Disclaimer | Privacy

Terakhir diakses

Hak Cipta © 2010 - Geugle.net